Sejarah Pengukuran Tanah

November 20, 2018

Catatan-catatan bersejarah paling kuno yang masih ada, yang langsung menyangkut pokok masalah pengukkuran tanah menunjukkan bahwa ilmu ini bermula di Mesir. Herodotus menyatakan bahwa Sesotris ( lebih kurang 1400 tahun sebelum masehi ) mempetak-petakkan tanah Mesir menjadi kapling-kapling untuk tujuan perpajakan.
Banjir tahunan sungai Nil menyapu habis sebagian dari kapling-kaplingan ini, dan juru-juru ukur ditugasi untuk mengganti batas-batas tersebut. Pengukuran mereka dikerjakan dengan tali yang diberi tanda pada tiap satuan jarak.
Akibat dari pekerjaan ini, para pemikir Yunani kuno mengembangkan ilmu ukur ( geometri ). Heron menjadi termashur karena menerapkan ilmu pengetahuan dalam pengukuran tanah kira—kira 120 tahun sebelum masehi. Dia adalah pengarang beberapa risalah untuk kepentingan juru ukur yang membahas metode metode untuk mengukur sebidang lapangan, menggambar suatu rencana dan membuat perhitungan.
Perkembangan penting dalam seni pengukuran tanah datang dari orang-orang Romawi yang berpikir praktis. Prontinus yang hidup di abad pertama adalah perintis di bidang pengukurna tanah. Instrumen-instrumen yang rumit dikembangkan dan dipakai dainataranya groma dipakai untuk membidik, libella sebuah kerangka berbentuk A dengan sebuah bandul unting-unting untuk menipat datar, chorobates sebuah kerangka bertepi-lurus horisontal kira-kira sepanjang 20 feet dengan kaki-kaki penyangga dan sebuah lekukan di bagian atas untuk diisi air yang berfungsi sebagai nivo.
Pada abad ke-13 Von Piso menulis Practica Geometri yang berisi pelajaran pelajaran mengukur tanah. Dia juga mengarang Liber Quadratorum, terutama membicarakan kuadran-kuadran, sebuah kerangka bujur sangkar kuningan dengan sudut 90 derajat dan pembagian skala lainnya. Sebuah penunjuk yang dapat digerakkan, dipakai untuk membidik. Instrumen-instrumen lain zaman itu adalah astrolab sebuah lingkaran logam dengan sebuah penunjuk berputar di pusatnya dan dipegang dengan cincin di atasnya, dan batang silang ( cross staff ) batang kayu sepanjang 4 feet dengan sebuah batang-silang yang dapat diatur tegak lurus batang pertama. Panjang batang silang yang diketahui menyebabkan jarak bisa diukur dengan perbandingan dan sudut-sudut.
Kira-kira 220 tahun sebelum masehi seorang Yunani bernama Eratosthenes pertama kali mencoba menghitung dimensi bumi, dia menentukan sudut di hadapan busur meredian antara Syene dan Alexandria di Mesir dengan mengukur posisi bayang-bayang matahari di kedua kota tersebut. Panjang busur diperoleh dengan mengalikan jumlah hari-hari kafilah antara Syene dan Alexandria dengan jarak rata-rata yang ditempuh setiap hari. Dari pengukuran sudut dan busur, dengan penerapan geometri dasar Eratosthenes menghitung keliling bumi adalah 25.000 mil. Pengukuran geodetik menunjukkan bahwa harga Eratosthenes mendekati harga yang lazim diterima sekarang. Tentu saja sebenarnya bumi mendekatu sferoid yang tepat dengan jari-jari ekuator 13,5 mil lebih panjang daripada jari-jari kutub.
Dalam abad ke-18 dan 19 seni pengukuran tanah maju pesat. Kebutuhan akan peta-peta dan lokasi batas-batas nasional menyebabkan Inggris dan Perancis melaksanakan pengukuran yang luas dan memerlukan triangulasi teliti, jadi mulailah pengukuran tanah ( secara ) geodetik. The U.S. Coast and Geodetic Survey ( sekarang The National Geodetic Survey, bagian dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat ) dibentuk Undang-Undang Kongres di tahun 1807. Mula-mula tugasnya adalah melaksanakan pengukuran hidrografik dan menyiapkan peta-peta laut, kemudian diperluas dan mencakup penetapan monumen-monumen titik kontrol di seluruh negara.
Peralatan pengukuran jarak elektronik, alat-alat laser, giroskop pencari utara ( northseeking gyroscope ), kamera udara yang diperbaiki, helikopter, sistem sistem pengukuran kelembapan ( inertial survey ) dan doppler, pengindaraan jauh ( remote sensor ) dan komputer berbagai ukuran hanyalah beberapa produk teknologi masa kini yang sekarang secara langsung diterapkan dalam pengukuran tanah modern dengan dampak yang hemat.

Sumber : Diktat Survey & Pemetaan UNIMED
Penyusun Diktat : Ir. Mahara Sintong, M.Si
Editor : Muhammad Afif Ammar

Artikel Terkait

First

1 comments:

Write comments
Maisyarah
AUTHOR
December 2, 2018 at 6:31 AM delete

Ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya :)

Reply
avatar